AIRBORNE DISEASE

23 Mar

Tugas Mata Kuliah

Dasar Pemberantasan Penyakit

Dosen Pengampu : M.Arie Wuryanto.M.Kes

AIRBORNE DISEASE

Adalah penyakit yang ditularkan langsung melalui udara, dimana udara tersebut bila mengandung kuman patogen dan terkena oleh manusia yang memiliki imune yang rendah maka dapat terjadi penyakit. Di antara penyakit tersebut adalah FLU BURUNG (H5N1).

  • DEFINISI

Flu Burung (H5N1) adalah suatu jenis influenza tipe A yang menyerang hewan unggas terutama ayam dan kadangkala kepada manusia. Flu Burung dapat berpindah dari unggas hidup kepada manusia, walaupun penularan antara manusia relatif jarang terjadi. Gejala umum dari flu burung sama seperti virus influenza lainnya, seperti demam nyeri seluruh persendian otot, batuk dan sakit tenggorokan. Namun, pada berberapa kasus dapat berakibat pada demam yang tinggi, infeksi paru-paru, gagal pernafasan, kegagalan fungsi organ lainnya, dan kematian.

http://www.litbang.depkes.go.id/maskes/072005/flu_burung.pdf

  • EPIDEMIOLOGI

Burung liar dan unggas domestikasi (ternak) dapat menjadi sumber penyebar H5N1. Di Asia Tenggara kebanyakan kasus flu burung terjadi pada jalur transportasi atau peternakan unggas alih-alih jalur migrasi burung liar.

Virus ini dapat menular melalui udara ataupun kontak melalui makanan, minuman, dan sentuhan. Namun demikian, virus ini akan mati dalam suhu yang tinggi. Oleh karena itu daging, telur, dan hewan harus dimasak dengan matang untuk menghindari penularan. Kebersihan diri perlu dijaga pula dengan mencuci tangan dengan antiseptik. Kebersihan tubuh dan pakaian juga perlu dijaga.

Virus dapat bertahan hidup pada suhu dingin. Bahan makanan yang didinginkan atau dibekukan dapat menyimpan virus. Tangan harus dicuci sebelum dan setelah memasak atau menyentuh bahan makanan mentah.

Unggas sebaiknya tidak dipelihara di dalam rumah atau ruangan tempat tinggal. Peternakan harus dijauhkan dari perumahan untuk mengurangi risiko penularan.

Tidak selamanya jika tertular virus akan menimbulkan sakit. Namun demikian, hal ini dapat membahayakan di kemudian hari karena virus selalu bermutasi sehingga memiliki potensi patogen pada suatu saat. Oleh karena itu, jika ditemukan hewan atau burung yang mati mendadak pihak otoritas akan membuat dugaan adanya flu burung. Untuk mencegah penularan, hewan lain di sekitar daerah yang berkasus flu burung perlu dimusnahkan.dan dicegah penyebarannya.

Sekelompok orang terakhir yang terinfeksi oleh pathogen avian influenza, sebagian adalah pathogen tipe H5N1 di Asia, mempunyai keterlibatan tentang serangan pandemik yang baru.

Pada tahun 1997, pathogen avian influenza H5N1 yang sangat patogen hasil dari penggabungan kembali beberapa pathogen avian menyebabkan peningkatan jumlah kematian pada unggas domestik dan penyakit yang cukup parah dengan jumlah kematian 6 diantara eighteen kasus penderita di Hongkong.

Peningkatan terjadi karena penyebaran dari unggas terinfeksi yang ada pada pasar unggas dan telah dikemas oleh pemotong ayam. Virus ini tidak terlalu baik pada penyebaran orang ke orang.

Penyebaran influenza burung di berbagai belahan dunia antara lain :

• Selama tahun 1997 di Hong Kong pathogen Avian Influenza A (H5N1) telah menginfeksi eighteen orang yang dirawat di rumah sakit dan 6 di antaranya meninggal dunia. Untuk mencegah penyebaran tersebut pemerintah setempat memusnahkan 1,5 juta ayam yang terinfeksi influenza burung.
• Pada Juli 2005 dilaporkan kasus influenza burung akibat pathogen H5N1 yang menyebabkan kematian 3 orang dalam satu keluarga di Tangerang – Banten. Awal tahun 2006 ini dilaporkan 3 kasus influenza burung baru di Indonesia dan semuanya meninggal.
• Menurut catatan WHO sampai awal Februari 2006 sum penderita influenza burung seluruh dunia berjumlah 161 dan 86 di antaranya meninggal dunia.

  • MEKANISME PENULARAN

Flu burung menular dari unggas ke unggas, dan dari unggas kemanusia, melalui air liur, lendir dari hidung dan feces. Penyakit ini dapat menular melalui udara yang tercemar virus H5N1 yang berasal dari kotoran atau sekreta burung/unggas yang menderita flu burung. Penularan dari unggas ke manusia juga dapat terjadi jika bersinggungan langsung dengan unggas yang terinfeksi flu burung. Contohnya: pekerja di peternakan ayam , pemotong ayam dan penjamah produk unggas lainnya.

Sampai saat ini belum ada bukti yang menyatakan bahwa virus flu burung dapat menular dari manusia ke manusia dan menular melalui makanan.

  • GEJALA KLINIS

Flu burung (H5N1) memiliki persamaan gejala dengan virus influenza lainnya, termasuk adanya demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala dan nyeri otot. Namun virus flu burung kemungkinan besar dapat mengakibatkan demam yang tinggi, infeksi paru-paru, terganggunya saluran pernapasan, rusaknya bermacam-macam organ tubuh, sampai pada kematian.

  • MASA INKUBASI

– Pada Unggas : 1 minggu

– Pada Manusia : 1-3 hari , Masa infeksi 1 hari sebelum sampai 3-5 hari

sesudah timbul gejala. Pada anak sampai 21 hari .

  • ETIOLOGI

Penyebab influenza burung pada bangsa unggas itu adalah pathogen influenza tipe A. Virus Influenza A berasal dari keluarga orthomyxoviridae adalah pathogen RNA berenvelop dengan dua glikoprotein permukaan : hemaglutinin dan neurominidase. Sebagai pathogen berenvelop pemanasan akan merusak daya infektivitasnya; penularan terjadi melalui saluran pernafasan bukan melalui makanan.

Ukuran hole virions adalah 80 hingga 120 nm yang berbentuk filament. Susunan pathogen terdiri dari 8 segmen berbeda dari “negative-stranded RNA”. Virus influenza A dibagi dalam subtipe-subtipe berdasarkan perbedaan serologik dan genetik glikoprotein permukaan dan gene yang mengkodenya. Ada fifteen subtipe hemaglutinin (H1-H15) dan 9 subtipe neurominidase (N1-N9) telah diidentifikasi.

Virus Influenza A dengan hemaglutinin subtipe H1, H2, H3, dan neurominidase subtipe N1 dan N2 telah menyebabkan epidemi dan pandemi sejak tahun 1900. Subtipe H5 dan H7 pathogen influenza burung adalah yang menyebabkan wabah dengan tingkat kematian tinggi (patogenik). Hanya ada satu jalur dari pathogen influenza burung yang tingkat kemampuan mematikannya tinggi atau high-pathogenic avian influenza (HPAI) H5N1 yang dapat menginfeksi manusia (zoonosis).

Dari penelitian menunjukkan, unggas yang sakit oleh Influenza A atau pathogen H5N1 dapat mengeluarkan pathogen dengan jumlah besar dalam kotorannya. Virus itu dapat bertahan hidup di air sampai empat hari pada suhu twenty-two derajat Celcius dan lebih dari thirty hari pada nol derajat Celcius.

Di dalam kotoran dan tubuh unggas yang sakit, pathogen dapat bertahan lebih lama. Virus ini mati pada pemanasan 56 derajat Celcius dalam 3 jam atau 60 derajat Celcius selama thirty menit. Bahan disinfektan formalin dan Iodine dapat membunuh pathogen yang menakutkan ini.

Virus influenza B adalah jenis pathogen yang hanya menyerang manusia, sedangkan pathogen influenza C, jarang ditemukan walaupun dapat menyebabkan infeksi pada manusia dan binatang. Jenis pathogen influenza B dan C jarang sekali atau tidak menyebabkan wabah pandemis. Virus influenza burung hidup di dalam saluran pencernaan unggas. Burung yang terinfeksi pathogen akan mengeluarkan pathogen ini melalui saliva, cairan hidung, dan kotoran.

Virus avian influenza dapat ditularkan ke manusia dengan 2 jalan. Pertama kontaminasi langsung dari lingkungan burung terinfeksi yang mengandung pathogen kepada manusia. Cara lain adalah lewat perantara binatang babi. Penularan diduga terjadi dari kotoran secara verbal atau melalui saluran pernafasan. Flu burung dapat menyebar dengan cepat di antara populasi unggas dengan kematian yang tinggi. Bahkan dapat menyebar antar peternakan dari suatu daerah ke daerah yang lain.

Penyakit ini dapat juga menyerang manusia,lewat udara yang tercemar pathogen itu. Belum ada bukti terjadinya penularan dari manusia ke manusia. Juga belum terbukti adanya penularan pada manusia lewat daging yang dikonsumsi. Orang yang mempunyai risiko besar untuk terserang influenza burung ini adalah pekerja peternakan unggas, penjual dan penjamah unggas. Sebagian besar kasus manusia telah ditelusuri pada kontak langsung dengan ayam yang sakit.

  • DISTRIBUSI

Virus ini tidak menulari manusia pada khususnya. Namun pada tahun 1997, kejadian pertama penularan langsung virus influenza A (H5N1) dari burung ke manusia telah dibuktikan saat terjadi serangan penyakit flu burung diantara unggas di Hong Kong; virus tersebut telah menyebabkan sakit pernafasan yang parah pada 18 orang, 6 diantaranya meninggal. Sejak saat itu, terdapat kejadian penularan H5N1 pada manusia. Namun sejauh ini virus H5N1 tidak bisa menular dari manusia ke manusia. Petugas-petugas kesehatan terus memantau keadaan ini secara teliti untuk mendapatkan petunjuk adanya penularan H5N1 antar manusia. Sampai dengan tanggal 17 Oktober 2007, Indonesia telah melaporkan 109 kasus flu burung H5N1 pada manusia. 88 diantaranya mematikan. 3 kasus mematikan dilaporkan telah terjadi di Bali sejak bulan Agustus 2007.

  • PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN (CONTROL)
  1. Pada Unggas:
    – Pemusnahan unggas/burung yang terinfeksi flu burung
    – Vaksinasi pada unggas yang sehat
  2. Pada Manusia :
  • Kelompok berisiko tinggi (pekerja peternakan dan pedagang)
    a. Mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis bekerja.
    b. Hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang terinfeksi flu burung.
    c. Gunakan alat pelindung perorangan seperti masker, sarung tangan, kaca mata pelindung, sepatu pelindung dan baju pelindung pada waktu melaksanakan tugas dipeternakan yang terjangkit atau di laboratorium.
    d. Meninggalkan pakaian kerja ditempat kerja.
    e. Membersihkan kotoran unggas setiap hari.
    f. Imunisasi.
  • Masyarakat umum
    a. Menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi & istirahat cukup.

b. Lakukan survei serologis pada mereka yang terpajan termasuk kepada dokter-hewan

c. Mengolah unggas dengan cara yang benar, yaitu :
– Pilih unggas yang sehat (tidak terdapat gejala-gejala penyakit pada tubuhnya)
– Memasak daging ayam sampai dengan matang.

By :

Dhea Khoirunnisa Apriani

E2A009197

Reguler 2 2009

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Universitas Diponegoro

http://www.litbang.depkes.go.id/maskes/072005/flu_burung.pdf

http://www.who.int/en/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: