FOOD AND WATERBORNE DISEASE (DIARE)

21 Mar

FOOD and WATERBORNE DISEASE (DIARE)

DEFINISI

Adalah penyakit yang ditularkan langsung melalui air minum, dimana air minum tersebut bila mengandung kuman patogen terminum oleh manusia maka dapat terjadi penyakit. Di antara penyakit tersebut adalah DIARE.

Diare adalah suatu keadaan meningkatnya berat dari fases (>200 mg/hari) yang dapat dihubungkan dengan meningkatnya cairan, frekuensi BAB, tidak enak pada perinal, dan rasa terdesak untuk BAB dengan atau tanpa inkontinensia fekal. Penyakit diare masih sering menimbulkan KLB ( Kejadian Luar Biasa ) seperti halnya Kolera dengan jumlah penderita yang banyak dalam waktu yang singkat.

Diare kebanyakan disebabkan oleh beberapa infeksi virus tetapi juga seringkali akibat dari racun bakteria. Dalam kondisi hidup yang bersih dan dengan makanan mencukupi dan air tersedia, pasien yang sehat biasanya sembuh dari infeksi virus umum dalam beberapa hari dan paling lama satu minggu. Namun untuk individu yang sakit atau kurang gizi, diare dapat menyebabkan dehidrasi yang parah dan dapat mengancam-jiwa bila tanpa perawatan.

Diare terbagi menjadi diare Akut dan Kronik.Diare akut berdurasi 2 minggu atau kurang, sedangkan diare kronis lamanya lebih dari 2 minggu. Selanjutnya pembahasan dikhususkan mengenai diare kronis.

Diare menetap selama beberapa minggu atau bulan,baik yang menetap atau intermitten, memerlukan evaluasi.Meskipun pada umumnya sebagian besar kasus disebabkan oleh Iritable Bowel Syndrome (IBS), diare dapat mewakili manifestasi dari penyakit serius yang mendasarinya. Pencarian yang seksama terhadap penyakit ini harus dilakukan.

http://www.esp.or.id/handwashing/media/diare.pdf

EPIDEMIOLOGI

Epidemiologi diare atau penyebaran diare sebagian besar disebabkan karena faktor lingkungan dan sanitasi yang buruk.

Lingkungan yang tidak bersih tersebut bisa menjadi pemicu munculnya bakteri-bakteri penyebab diare dalam tubuh manusia. Berikut adalah epidemiologi atau sistem penyebaran diare pada manusia.

Kuman penyebab diare biasanya menyebar melalui fecal oral antara lain melalui makanan/minuna yang tercemar

tinja dan atau kontak langsung dengan tinja penderita. Beberapa perilaku dapat menyebabkan penyebaran kuman

enterik dan meningkatkan risiko terjadinya diare perilaku tersebut antara lain :

a)      Tidak memberikan ASI ( Air Susi Ibu ) secara penuh 4-6 bulan pada pertama kehidupan pada bayi yang tidak

b)      diberi ASI risiko untuk menmderita diare lebih besar dari pada bayi yang diberi AsI penuh dan kemungjinan

c)      menderita dehidrasi berat juga lebih besar.

d)     Menggunakan botol susu , penggunakan botol ini memudahkan pencernakan oleh Kuman , karena botol susah dibersihkan.

e)      Menyimpan makanan masak pada suhu kamar. Bila makanan disimpan beberapa jam pada suhu kamar makanan akan tercemar dan kuman akan berkembang biak.

f)       Menggunakan air minum yang tercemar .

g)      Air mungkin sudah tercemar dari sumbernya atau pada saat disimpan di rumah, Perncemaran dirumah dapat terjadi kalau tempat penyimpanan tidak tertutup atau apabila tangan tercemar menyentuh air pada saat mengambil air dari tempat penyimpanan.

h)      Tidak mencuci tangan sesudah buang air besar dan sesudah membuang tinja anak atau sebelum makan dan menyuapi anak,

i)        Tidak membuang tinja ( termasuk tinja bayi ) dengan benar Sering beranggapan bahwa tinja bayi tidaklah berbahaya padahal sesungguhnya mengandung virus atau bakteri dalam jumlah besar sementara itu tinja binatang dapat menyebabkan infeksi pada manusia.

1.    Air

Air yang kita gunakan untuk keperluan sehari-hari pun bila memiliki kebersihan yang minim bisa membawa bakteri masuk dalam perut dan berdiam di usus besar. Akibatnya, bakteri pembawa diare itu dengan leluasa menyebar ke seluruh bagian usus manusia dan menginfeksinya.

2.    Tanah

Tanah memang kotor. Sepertinya itu sudah merupakan kodrat yang diberikan Tuhan kepadanya. Tanah yang kotor tersebut sudah tidak diragukan lagi dapat mengantarkan bakteri Ecoli menuju perut. Untuk menghindari itu, biasakan mencuci bahan makanan yang akan dimasak dengan bersih sebelum dikonsumsi.

3.    Tangan

Setelah air dan tanah, hal lain yang bisa ikut membantu penyebaran diare pada manusia adalah tangan manusia itu sendiri. Tangan yang kotor berisiko mengandung banyak kuman dan bakteri. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun setelah buang air besar dan melakukan beragam aktivitas tampaknya masih tampaknya masih ampuh mencegah kehadiran bakteri dalam usus.

4.    Lalat

Hewan yang satu ini sepertinya memang menjadi ‘teman akrab’ bagi para bakteri. Sebaliknya, ia menjadi musuh bagi para manusia. Lalat memang memiliki kebiasaan yang aneh menurut manusia, ia lebih senang hinggap di tempat-tempat kotor. Kotoran yang menempel pada kakinya, kemudian menempel pada makanan.

Bakteri yang menyebabkan penyakit diare sangat menyukai tempat-tempat yang memang kotor. Mereka akan tumbuh dan berkembang biak di sana. Epidemiologi diare memang tidak seperti penyakit pernafasan yang bisa menular melalui udara. Walaupun kedua penyakit tersebut sama-sama disebabkan oleh kuman dan bakteri.

Di Indonesia diperkirakan 25% dari kematian anak balita disebabkan oleh diare. Kelompok umur yang paling rawan terkena diare adalah 2-3 tahun, walaupun banyak juga ditemukan penderita yang usianya relatif muda yaitu antara 6 bulan–12 bulan.

MEKANISME PENULARAN

  • Makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi, baik yang sudah dicemari oleh serangga atau kontaminasi oleh tangan yang kotor.
  • Bermain dengan mainan yang terkontaminasi, apalagi pada bayi sering memasukan tangan/ mainan / apapun kedalam mulut.  Karena virus ini dapat         bertahan dipermukaan udara sampai beberapa hari.
  • Pengunaan sumber air yang sudah tercemar dan tidak memasak air dengan benar
  • Pencucian dan pemakaian botol susu yang tidak bersih.
  • Tidak mencuci tangan dengan bersih setelah selesai buang air besar atau membersihkan tinja anak yang terinfeksi, sehingga mengkontaminasi perabotan dan alat-alat yang dipegang.

ETIOLOGI

Penyebab diare secara umum ditimbulkan oleh:

  • Adanya aktivitas bakteri, virus atau parasit yang menginfeksi usus.
  • Alergi terhadap makanan dan obat-obatan tertentu.
  • Infeksi yang disebabkan virus dan bakteri yang menyertai penyakit lain seperti campak, infeksi telinga, infeksi tenggorokan dan malaria.
  • Pemanis buatan yang banyak terdapat pada jajanan pinggir jalan yang sering dikonsumsi anak-anak.

Anak-anak sering mengalami gangguan pada kesehatan terutama organ pencernaan. Seperti diare yang sering menyerangnya minimal satu kali dalam setahun. Hal ini dikarenakan kurangnya pengawasan terhadap kebersihan makanan dan jenis makanan yang dikonsumsinya. Infeksi akibat rotasi virus terjadi pada proses penyerapan di usus mereka.

Anak-anak kecil sering jajan sembarangan, begitu pula dengan anak balita yang sering diberi makanan padat yang belum saatnya diberi. Akibatnya, usus halus yang belum siap menyerap langsung melimpahkan makanan ke usus besar. Hal ini menyebabkan produksi tinja menjadi berair. Akibat yang sering terjadi pada penderita diare adalah dehidrasi karena banyaknya cairan yang keluar.

Anak-anak juga juga sering menemukan makanan yang tercecer di sekitarnya dan kemudian dimasukkannya ke dalam mulut. Kemudian terjadilah proses rotasi virus dan bakteri dalam organ pencernaan.

Menurut Sumirat, penyakit diare selain disebabkan oleh bermacam- macam faktor juga sangat dipengaruhi oleh kualitas air yang digunakan oleh masyarakat, adapun macam- macam faktor yang mempengaruhi dapat diuraikan sebagai berikut :

  • Air sebagai penyebar mikroba patogen.
  • Air sebagai sarang insekta dan penyebar penyakit.
  • Jumlah air bersih yang tersedia tidak mencukupi, sehingga orang tidak dapat membersihkan dirinya dengan baik.
  • Air sebagai sarang hopses sementara penyakit.

DISTRIBUSI

  • Berdasarkan tempat
  • Distribusi penyakit diare di Indonesia pada tahun 2005 banyak ditemukan di propinsi Nusa Tenggara Timur dengan CFR 1,28 %.
  • Berdasarkan umur
  • Sekitar 80 % kematian diare tersebut terjadi pada anak dibawah usia 2 tahun, data terakhir menunjukkan bahwa dari sekitar 125 juta anak usia 0-11 bulan, dan 450 juta anak usia 1-4 tahun yang tinggal di negara berkembang total episode diare pad abalita sekitar 1,4 milyar kali per tahun. Dari jumlah tersebut total episode diare pada bayi usia dibawah 0-11 bulan sebanyak 475 juta kali dan anak usia 1-4 tahun sekitar 925 juta kali pertahun.
  • Berdasarkan waktu
  • Distribusi penyakit diare di Indonesia sering ditemukan pada musim pancaroba (perubahan iklim dari musim hujan ke kemarau).

PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN (CONTROL)

  1. Pada penderita
  2. Contact person
  3. Lingkungan
      1. Minum dan makan secara normal untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.
      2. Untuk bayi dan balita, teruskan minum ASI.
      3. Perhatikan kebersihan dan gizi yang seimbang untuk  pemberian makanan pendamping ASI setelah bayi berusia 4 bulan.
      4. Garam oralit.
    1. Mencuci tangan pakai sabun dengan benar pada lima waktu penting : sebelum dan sesudah makan, setelah buang air besar, sebelum memegang bayi, setelah menceboki anak, sebelum menyiapkan makanan.
    2. Meminum air minum sehat, atau air yang telah diolah, antara lain dengan cara merbus, pemanasan dengan sinar matahari atau proses klorinasi.
    3. Pengelolaan sampah yang baik supaya makanan tidak tercemar serangga (lalat, kecoa, kutu, dll).
    4. Membuang air besar dan air kecil pada tempatnya, sebaiknya menggunakan jamban dengan tangki septik.

Meningkatkan sanitasi lingkungan, melakukan penyuluhan terhadap warga di masyarakat tentang lingkungan bersih, bekerja sama membersihkan saluran air.

http://www.esp.or.id/handwashing/media/diare.pdf

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3391/1/penydalam-srimaryani2.pdf

http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/2423967796.pdf

By :

Dhea Khoirunnisa Apriani

E2A009197

Reguler 2 2009

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Universitas Diponegoro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: